BAB
I
KONSEP
EVALUASI PROGRAM
A. PENGERTIAN PROGRAM DAN EVALUASI PROGRAM
Ada
tiga istilah yang digunakan dan perlu disepakati pemakaiannya, sebelum
disampaikan uraian lebih jauh tentang evaluasi program, yaitu “evaluasi”
(evaluation), “pengukuran” (measurement), dan “penilaian” (asessment).
Evaluasi
berasal dari kata evaluation (bahasa inggris). Kata tersebut diserap kedalam
perbendaharaan istilah bahasa indonesia
dengan tujuan mempertahankan kata aslinya dengan sedikit penyesuaian lafal
indonesia menjadi “evaluasi”. Istilah “penilaian” merupakan kata benda dari
“nilai”. Pengertian “pengukuran” mengacu pada kegiatan membandingkan sesuatu
hal dengan satuan ukuran tertentu, sehingga sifatnya menjadi kuantitatif.
Bagaimanakah
kita mengartikan “evaluasi”? Ada beberapa kamus yang dapat dijadikan acuan.
Definisi yang dituliskan dalam kamus Oxford Advanced Learner’s Dictionary of
Current English (AS Hornby, 1986) evaluasi adalah to find out, decide
the amount or value yang artinya suatu upaya untuk menentukan nilai atau
jumlah. Selain arti berdasarkan terjemahan, kata –kata yang terkandung di dalam
definisi tersebut pun menunjukkan bahwa kegiatan evaluasi harus dilakukan
secara hati-hati, bertanggung jawab, menggunakan strategi, dan dapat
dipertanggung jawabkan.
Suchman
(1961, dalam anderson 1975) memandang
evaluasi sebagai sebuah proses menentukan hasil yang telah dicapai beberapa
kegiatan yang direncanakan untuk mendukung tercapainya tujuan. Definisi lain
dikemukakan oleh Worthen dan Sanders (1973, dalam anderson 1971). Dua ahli
tersebut mengatakan bahwa evaluasi adalah kegiatan mencari sesuatu yang
berharga tentang sesuatu; dalam mencari sesuatu tersebut, juga termasuk mencari
informasi yang bermanfaat dalam menilai keberadaan suatu program, produksi,
prosedur, serta alternatif strategi yang diajukan untuk mencapai tujuan yang
sudah ditentukan. Seorang ahli yang sangat terkenal dalam evaluasi program
bernama Stufflebeam (1971), dalam Fernandes 1984) mengatakan bahwa evaluasi
merupakan proses penggambaran, pencarian dan pemberian informasi yang sangat
bermanfaat bagi pengambilan keputusan dalam menentukan alternatif keputusan.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan
bahwa evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya
sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan
alternatif yang tepat dalam mengambil sebuah keputusan.
Sampai
kira-kira tahun 1974 masyarakat masih menganggap bahwa evaluasi pendidikan
terbatas pengertiannya pada penilaian hasil belajar. Dasar pemikiran yang
digunakan adalah bahwa pendidikan merupakan upaya memberikan satu perlakuan
pembelajaran kepada peserta didik. Kesuksesan hasil belajar mereka dapat
diketahui melalui kegiatan penilaian. Dibalik dasar pemikiran tersebut terdapat
pula anggapan bahwa upaya pendidik dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran
adalah kunci keberhasilan untuk mencapai hasil belajar merupakan hubungan lurus
atau linier. Apabila digambarkan dalam
bagan, hubungan antarakeduanya adalah sebagai berikut:
Gambar
1.
Hubungan linier antara pembelajaran dengan hasil belajar
