Kamis, 04 Oktober 2012

KONSEP EVALUASI PROGRAM


BAB I
KONSEP EVALUASI PROGRAM
A.      PENGERTIAN PROGRAM DAN EVALUASI PROGRAM
Ada tiga istilah yang digunakan dan perlu disepakati pemakaiannya, sebelum disampaikan uraian lebih jauh tentang evaluasi program, yaitu “evaluasi” (evaluation), “pengukuran” (measurement), dan “penilaian” (asessment).
Evaluasi berasal dari kata evaluation (bahasa inggris). Kata tersebut diserap kedalam perbendaharaan  istilah bahasa indonesia dengan tujuan mempertahankan kata aslinya dengan sedikit penyesuaian lafal indonesia menjadi “evaluasi”. Istilah “penilaian” merupakan kata benda dari “nilai”. Pengertian “pengukuran” mengacu pada kegiatan membandingkan sesuatu hal dengan satuan ukuran tertentu, sehingga sifatnya menjadi kuantitatif.
Bagaimanakah kita mengartikan “evaluasi”? Ada beberapa kamus yang dapat dijadikan acuan. Definisi yang dituliskan dalam kamus Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English (AS Hornby, 1986) evaluasi adalah to find out, decide the amount or value yang artinya suatu upaya untuk menentukan nilai atau jumlah. Selain arti berdasarkan terjemahan, kata –kata yang terkandung di dalam definisi tersebut pun menunjukkan bahwa kegiatan evaluasi harus dilakukan secara hati-hati, bertanggung jawab, menggunakan strategi, dan dapat dipertanggung jawabkan.
Suchman (1961, dalam  anderson 1975) memandang evaluasi sebagai sebuah proses menentukan hasil yang telah dicapai beberapa kegiatan yang direncanakan untuk mendukung tercapainya tujuan. Definisi lain dikemukakan oleh Worthen dan Sanders (1973, dalam anderson 1971). Dua ahli tersebut mengatakan bahwa evaluasi adalah kegiatan mencari sesuatu yang berharga tentang sesuatu; dalam mencari sesuatu tersebut, juga termasuk mencari informasi yang bermanfaat dalam menilai keberadaan suatu program, produksi, prosedur, serta alternatif strategi yang diajukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. Seorang ahli yang sangat terkenal dalam evaluasi program bernama Stufflebeam (1971), dalam Fernandes 1984) mengatakan bahwa evaluasi merupakan proses penggambaran, pencarian dan pemberian informasi yang sangat bermanfaat bagi pengambilan keputusan dalam menentukan alternatif keputusan.
Dari  beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil sebuah keputusan.
Sampai kira-kira tahun 1974 masyarakat masih menganggap bahwa evaluasi pendidikan terbatas pengertiannya pada penilaian hasil belajar. Dasar pemikiran yang digunakan adalah bahwa pendidikan merupakan upaya memberikan satu perlakuan pembelajaran kepada peserta didik. Kesuksesan hasil belajar mereka dapat diketahui melalui kegiatan penilaian. Dibalik dasar pemikiran tersebut terdapat pula anggapan bahwa upaya pendidik dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran adalah kunci keberhasilan untuk mencapai hasil belajar merupakan hubungan lurus atau linier. Apabila digambarkan  dalam bagan, hubungan antarakeduanya adalah sebagai berikut:


 


Gambar 1. Hubungan linier antara pembelajaran dengan hasil belajar

KONSEP EVALUASI PROGRAM


BAB I
KONSEP EVALUASI PROGRAM
A.      PENGERTIAN PROGRAM DAN EVALUASI PROGRAM
Ada tiga istilah yang digunakan dan perlu disepakati pemakaiannya, sebelum disampaikan uraian lebih jauh tentang evaluasi program, yaitu “evaluasi” (evaluation), “pengukuran” (measurement), dan “penilaian” (asessment).
Evaluasi berasal dari kata evaluation (bahasa inggris). Kata tersebut diserap kedalam perbendaharaan  istilah bahasa indonesia dengan tujuan mempertahankan kata aslinya dengan sedikit penyesuaian lafal indonesia menjadi “evaluasi”. Istilah “penilaian” merupakan kata benda dari “nilai”. Pengertian “pengukuran” mengacu pada kegiatan membandingkan sesuatu hal dengan satuan ukuran tertentu, sehingga sifatnya menjadi kuantitatif.
Bagaimanakah kita mengartikan “evaluasi”? Ada beberapa kamus yang dapat dijadikan acuan. Definisi yang dituliskan dalam kamus Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English (AS Hornby, 1986) evaluasi adalah to find out, decide the amount or value yang artinya suatu upaya untuk menentukan nilai atau jumlah. Selain arti berdasarkan terjemahan, kata –kata yang terkandung di dalam definisi tersebut pun menunjukkan bahwa kegiatan evaluasi harus dilakukan secara hati-hati, bertanggung jawab, menggunakan strategi, dan dapat dipertanggung jawabkan.
Suchman (1961, dalam  anderson 1975) memandang evaluasi sebagai sebuah proses menentukan hasil yang telah dicapai beberapa kegiatan yang direncanakan untuk mendukung tercapainya tujuan. Definisi lain dikemukakan oleh Worthen dan Sanders (1973, dalam anderson 1971). Dua ahli tersebut mengatakan bahwa evaluasi adalah kegiatan mencari sesuatu yang berharga tentang sesuatu; dalam mencari sesuatu tersebut, juga termasuk mencari informasi yang bermanfaat dalam menilai keberadaan suatu program, produksi, prosedur, serta alternatif strategi yang diajukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. Seorang ahli yang sangat terkenal dalam evaluasi program bernama Stufflebeam (1971), dalam Fernandes 1984) mengatakan bahwa evaluasi merupakan proses penggambaran, pencarian dan pemberian informasi yang sangat bermanfaat bagi pengambilan keputusan dalam menentukan alternatif keputusan.
Dari  beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil sebuah keputusan.
Sampai kira-kira tahun 1974 masyarakat masih menganggap bahwa evaluasi pendidikan terbatas pengertiannya pada penilaian hasil belajar. Dasar pemikiran yang digunakan adalah bahwa pendidikan merupakan upaya memberikan satu perlakuan pembelajaran kepada peserta didik. Kesuksesan hasil belajar mereka dapat diketahui melalui kegiatan penilaian. Dibalik dasar pemikiran tersebut terdapat pula anggapan bahwa upaya pendidik dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran adalah kunci keberhasilan untuk mencapai hasil belajar merupakan hubungan lurus atau linier. Apabila digambarkan  dalam bagan, hubungan antarakeduanya adalah sebagai berikut:


 


Gambar 1. Hubungan linier antara pembelajaran dengan hasil belajar
Setelah para pendidik merasakan, mencermati keadaan, dan tidak henti-hentinya mengadakan penelitian, diketahui bahwa pembelajaran bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan dalam mencapai prestasi belajar. Ada hal lain yang juga berpengaruh dan menetukan tinggi rendahnya prestasi belajar peserta didik, yaitu:
1.      Keadaan fisik dan psikis siswa, yang ditunjukkan oleh IQ (Kecerdasan Intelektual), EQ (Kecerdasan emosi), kesehatan, motivasi, ketekunan, ketelitian, keuletan, dan minat.
2.      Kapasitas guru yang mengajar dan membimbing siswa, seperti latar belakang pendidikan, penguasaan keilmuan, baik konten maupun metodologis, dan kemampuan mengajar.
3.      Sarana pendidikan, yaitu ruang tempat belajar,alat-alat belajar, media yang digunakan guru, dan buku sumber belajar.
Dari tiga contoh faktor yang sudah  dikemukakan diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa hubungan antara pembelajaran dengan hasil prestasi siswa bukan hanya bersifat garis lurus, tetapi bisa bercabang dari faktor-faktor lain. Misalnya faktor siswa, guru dan sarana belajar yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Hubungan ini digambarkan seperti berikut:


 









Gambar 2. Bagan skematis sistem/Program Pembelajaran
Ada dua pengertian untuk istilah “Program”, yaitu pengertian secara khusus dan umum. Menurut pengertian secara umum, “Program” dapat diartikan sebagai “rencana”.

Sabtu, 02 Juni 2012

TUGAS PBW (MODUL 3 MATEMATIKA KLS XI IPA)


M A T E M A T I K A
MODUL  3
  



MATERI POKOK
S T A T I S T I K A

KELAS  :  XI IPA

SEMESTER  :  I (SATU)


OLEH :

ENDRAWITA
NIM. 1104002
Blog: endrawita.blogspot.com
Email: witaendra@yahoo.co.id


SMA NEGERI 4 KERINCI
KECAMATAN SIULAK
KABUPATEN KERINCI
2012

STATISTIKA

TUGAS PBW (MODUL 6 MATEMATIKA KELAS XI IPA)



M A T E M A T I K A
MODUL  6

 

MATERI POKOK
T U R U N A N

KELAS  :  XI IPA

SEMESTER  :  2 (DUA)



OLEH :

ENDRAWITA
NIM. 1104002
Blog: endrawita.blogspot.com
Email: witaendra@yahoo.co.id



SMA NEGERI 4 KERINCI
KECAMATAN SIULAK
KABUPATEN KERINCI
2012



TURUNAN FUNGSI

Jumat, 01 Juni 2012

TUGAS PBW (MODUL 5 MATEMATIKA KELAS XI IPA)


M A T E M A T I KA
MODUL  5

 
  
MATERI POKOK
S T A T I S T I K A

KELAS  :  XI IPA

SEMESTER  :  I (SATU)



OLEH :

ENDRAWITA
NIM. 1104002
Blog: endrawita.blogspot.com
Email: witaendra@yahoo.co.id



SMA NEGERI 4 KERINCI
KECAMATAN SIULAK
KABUPATEN KERINCI
2012


PELUANG